tak semulus jalan tol
Perjalanan hidup tak selamanya seperti jalan tol yang bisa dibilang lempeng-lempeng aja. Ya, aku baru mengerti tentang hidup mulai dari umur 14 tahun. Dulunya gak sedikitpun tau gimana susahnya mempertahankan suatu hubungan, gimana susahnya nyatuin dua pemikiran yang berbeda, dan yang paling penting adalah gimana memahami dan mengerti orang lain.
Semua itu dimulai ketika ibuku menceritakan semua yang terjadi di antara kami semua, ya tentu saja awalnya aku tak sedikitpun menerima bahkan memberontak. Pemberontakan puncak pun diiringi tangis, mulai dari detik itu aku mencoba memahami, merasakan, dan mencerna baik-baik semua kejadian demi kejadian.
Selanjutnya, aku sering tak sepaham dengan teman-teman. Awalnya aku marah ketika mereka menjejalkan berbagai pendapat untuk mengubah pemahamanku. Tentu saja merasa tak dihargai, tapi mereka tak peduli sedikit pun apa yang sedang terjadi padaku. Adapun salah satu di antara mereka yg peduli tapi mereka tetap tak akan pernah mengerti, karena aku tau sejak awal kita tak sepaham. Dari hal-hal kecil itu, sekarang aku berusaha menghargai pendapat mereka, kalau pun aku yang harus mengalah yaah aku berusaha menerima meskipun masih sedikit susah. Kuatkan aku Tuhan, kuatkan aku. Itu doa yang setiap hari aku dengungkan, agar aku mampu memahami dan melewati setiap ranjau kehidupan :')
Comments
Post a Comment